ZimbaraRwana's Blog

what the experience for you?

hormon

PENDAHULUAN
Suatu zat hidup baik tumbuhan maupun animalia di alam semesta selalu mengalami ekspresi sel-sel didalam tubuh untuk kelangsungan hidupnya yang sering disebut metabolisme sel. Perlakuan kerja metabolisme tidak terlepas dari pengaruh hormon. Namun, hormon yang mempengaruhi kerja sel pada tumbuhan dan animalia tidaklah sama dilihat sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.
Kami mencoba mengulas tentang hormon apa saja yang yang bekerja didalam tubuh tumbuhan. Semoga bermanfaat…!!

HORMON TUMBUHAN
- Hormon tumbuhan atau juga disebut “FITOHORMON” adalah sekumpulan senyawa organik bukan hara (nutrien), baik yang terbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia.
- Merupakan bagian dari proses regulasi genetik dan berfungsi sebagai prekursor.
- Dari sudut pandang evolusi, hormon tumbuhan merupakan bagian dari proses adaptasi dan pertahanan diri tumbuh-tumbuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya.
- Digunakan untuk mendorong, menghambat, atau mengubah pertumbuhan, perkembangan dan pergerakan (taksis) tumbuhan.
- Penyebaran tidak harus melalui pembuluh, karena hormon tumbuhan dapat ditransfer melalui sitoplasma atau ruang antarsel.
- Bersifat endoseneus dan exogeneus.

Fungsi Umum Hormon
• Hormon berfungsi untuk mempengaruhi pertambahan panjang batang, pertumbuhan, diferensiasi dan percabangan akar.
• Menunda penuaan.
• Mendorong perkembangan biji, perkembangan kuncup, mendorong pembungaan dan perkembangan buah
• Merangsang penutupan stomata pada waktu kekurangan air, mempertahankan dormansi.
• Mendorong pematangan

Macam-macam Hormon

1. Auksin
Auksin adalah senyawa Indol Asam Asetat yang merupakan sekresi titik tumbuh tanaman. Seperti ujung tunas. Dicirikan sebagai substansi yang merangsang pembelokan ke arah cahaya. Terdapat cukup banyak di ujung koleoptil tanaman, di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang), kambium, daun dan pembentukan bunga. Berfungsi sebagai pengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung, dan membantu dalam perkecambahan.

2. Sitokinin
Sitokinin atau sering disebut kinin merupakan unsur generik untuk substanti pertumbuhan khususnya merangsang pembelahan sel. Diproduksi dalam ujung akar dan nodul akar. Basa purin merupakan penyusun kimia yang umum pada sitokin. Berfungsi:
- mempengaruhi pertumbuhan dan diferensiasi akar,
- Mendorong pembelahan sel dan pertumbuhan secara umum
- Mendorong perkecambahan
- Menunda penuaan.

3. As. Giberelat (GA)
Asam giberelat juga disebut giberelin merupakan hormon yang ditemukan dapat mempengaruhi pertumbuhan perbesaran tumbuhan. Giberelin merupakan zat tumbuh yang memiliki sifat menyerupai auksin. Zat ini dihasilkan oleh sejenis jamur Giberella fujikuroi atau Fusarium moniliformae.ditemukan (F Kurusawa). Fungsi giberelin :
- Berperan dalam partenokarpi
- Mempengaruhi perkecambahan dan perkembangan biji
- Perpanjangan batang
- Pengembangan anter
- Induksi bunga, dan
- Pertumbuhan pericarp

4. Etilena
Etilena adalah satu-satunya zat pengatur tubuh yang memiliki satu substansi saja, yaitu etena. Berwujud gas pada suhu dan tekanan ruangan. Gas etilen adalah hormon yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Berperan sebagai perangsang pemasakan buah dan pembentukan bunga, serta menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kuat dan kokoh. 2 macam perlakuan hormon etilena yaitu pemeraman dan pengarbitan.

5. As. Absisat (ABA)
Hormon ABA atau asam absisat disebut juga dengan hormon stress, karena membantu tanaman dalam mengatasi masalah seperti: kekurangan air, tanah bergaram, dan suhu dingin atau panas. Disintesis sebagian di kloroplas dan plastid melalui lintasan asam mevalonat. Biosintesis ABA pada sebagian besar tumbuhan terjadi secara tak langsung melalui peruraian karotenoid tertentu (40 karbon) yang ada di plastid. Pergerakan hormon ABA, diangkut secara mudah melalui xilem floem dan juga sel-sel parenkim di luar berkas pembuluh.

6. Triakontanol
Triakontanol (TRIA) merupakan alkohol primer jenuh terdiri dari 30 atom C, terdapat di tajuk (bagian pohon di batang). Berfungsi meningkatkan rasio gula asam pada tanaman. Senyawa ini tidak larut air dan dalam bentuk suspensi koloid meningkatkan pertumbuhan tanaman.

7. As. Jasmonat
Asam Jasmonat terbentuk melalui biosintesis dari asam linoleat bebas oleh enzim lipoksigenase. Terdapat pada sebagian besar bagian tubuh. Berfungsi menghambat pertumbuhan beberapa bagian tumbuhan tertentu dan mendorong terjadinya penuaan daun. Hormon asam jasmonat ini bersifat volatil (mudah menguap).

8. Florigen
Hormon forigen berperan dalam memicu/ mengendalikan perbungaan pada tumbuhan. Diproduksi pada daun dan bertindak dalam meristem apikal tunas tunas.

9. As. Salisilat
Asam salisilat (asam ortohidroksibenzoat) merupakan asam yang bersifat iritan lokal, yang dapat digunakan secara topikal. Berperan sebagai hormon sintetik. Berfungsi sebagai reaksi terhadap infeksi patogen. Asam salisilat banyak diaplikasikan dalam pembuatan obat aspirin.

10. Poliamin
Poliamin atau juga dikenal poliamina merupakan kation polivalen yang mengandung dua gugus amino atau lebih, termasuk asam amino lisin dan arginin. Terdapat dalam bentuk bebas atau terikat pada berbagai senyawa fenol seperti gugus kumaril dan gugus kafeoil. Berfungsi:
- Mendorong pembelahan sel
- Memantapkan membran sel
- Memantapkan protoplas (sel tanaman yang sudah tidak memilki dinding sel)
- Mendorong perkembangan beberapa buah memerkecil gangguan akibat kekurangan air pada berbagai macam sel
- Menunda penuaan pada daun yang dipetik.

11. As. Traumalin
Hormon traumalin atau dikenal asam traumalin berperan didalam pembelahan sel didaerah luka. Merupakan gabungan hormon hipotetik. Yaitu gabungan dari beberapa aktivitas hormon yang ada (auksin, giberelin, sitokinin, dan etilen) Berfungsi sebagai mekanisme untuk menutupi luka. Memperbaiki sel/jaringan yg rusak pada saat tumbuhan terluka.

12. Kalin
Hormon kalin juga merupakan hormon yang berperan didalam metabolisme tumbuhan. Terutama pada pembentukan dan pertumbuhan organ pada tumbuhan. Banyak terdapat di sebagian besar sel tumbuhan. Macam-macam hormon kalin terbagi menjadi:
- Rhyzokalin : berperan didalam pembentukan akar
- Kaulokalin : berperan didalam pembentukan batang
- Filokalin : berperan didalam pembentukan daun
- Antokalin : berperan didalam pembentukan bunga

Penutup
Mungkin masih banyak lagi jenis hormon yang terdapat dan berperan penting dalam metabolisme tumbuhan, yang belum sempat kami paparkan disini.
Semoga penjelasan diatas dapat menjadi pedoman bagi kita untuk menambah pengetahuan tentang hormon tumbuhan (fitohormon) lebih mendalam.

Tidak ada Komentar »

sintesis protein

Protein atau polipeptida merupakan rangkaian Asam Amino. Polipeptida terbentuk berdasarkan urutan basa pada gen (DNA), Maka DNA itulah yang bertanggung jawab menentukkan cetak biru kehidupan. Polipeptida dibentuk berdasarkan perintah DNA. DNA akan menyampaikan informasi genetik menggunakan kode – kode genetik untuk fotosintesis protein.
Sintesis polipeptida dipengaruhi oleh meteri genetik DNA dan RNA. Ada 2 tahap sintesis protein, yaitu transkripsi dan translasi
A. Perangkat Pelaksanaan Sintesis Protein
Bahan baku untuk sintesis protein atau polipeptida adalah asam amino. Ada 20 macam asam amino yang dapat dirangkai membentuk polipeptida.

Proses merangkai asam amino menjadi polipeptida dilakukan didalam ribosom dengan bantuan enzim tertentu. Sintesis protein terdiri dari proses transkripsi dan translasi. Transkripsi meliputi pembentukan RNA-d (RNA duta), RNA-r (RNA ribosom), dan RNA-t (RNA transfer). Untuk membahas proses sintesis protein, berikut di uraikan tentang kode genetika, anti kodon, kodon dan macam amino yang dipesannya.

1. Kode Genetika
Kode genetika terdiri dari 3 urutan basa (3 nukleotida) yang terdapat di sepanjang RNA-d. setiap 3 basa memiliki arti khusus sebagai sandi genetika. Urutan 3 basa atau triplet ini biasa disebut dengan kodon. Misalnya urutan AAU,UCA,GUC dan GUA.

2. Anti Kodon
Anti kodon merupakan komplemen dari kodon, pada bagian ujung RNA-t yang tumpul terdapat urutan basa tertentu yang komplemen terhadap kodon. Jika kodon memiliki urutan CAU maka anti kodon memiliki urutan GUA. Ingat bahwa pada RNA, A akan berpasangan dengan U, sedangkan G berpasangan dengan C.

3. Kodon dan Macam Asam Amino yang dipesannya.
Urutan basa baru bisa terbaca jika terdapat kodon AUG. karenanya, kodon AUG disebut sebagai kodon permulaan atau kodon start. Proses sintesis protein akan berakhir jika terdapat kodon UAA, UAG dan UGA. Karenanya, kodon tersebut disebut sebagi kodon terminasi atau penghenti atau kodon stop.
Kodon yang terbaca pada RNA-d akan di datangi oleh RNA-t yang memiliki anti kodon komplemennya. Karena RNA-t membawa asam amino tertentu, maka kodon tertentu dijawab dengan membawa asam amino tertentu pula. Misalnya, kodon UUU akan menyebabkan RNA-t membawa Fenilalanin datang. Artinya, kodon UUU dibawa oleh asam amino Fenilalanin.

4. Ribisom
Ribosom adalah lokasi utama berlangsungnya sintesis protein. Ribosom yang fungsional terdiri dari ribosom sub unit besar dan sub unit kecil. Suatu ribosom memiliki suatu tempat pengukatan RNA-d dan 3 tempat pengukatan RNA-t yaitu sisi P (peptide), A (asam amino) dan E (exit).

B. Mekanisme Sintesis Protein
Sintesis yang dipengaruhi oleh materi genetika DNA dan RNA ini dapat berlangsung setiap saat di dalam sel makhluk hidup. Ada dua tahap dalam sintesis protein, yaitu transkripsi dan translasi. Bahan bakun utama sintesis polipeptida atau protein adalah gen. gen dalam bentuk DNA terdapat didalam nucleus, sedangkan sintesis protein atau polipeptida berlangsung di dalam ribosom.
DNA membutuhkan perantara yang dapat membawa pesanannya kedalam ribosom. Perantara tersebut berupa RNA-d yang terbentuk melalui transkripsi. Kemudian, pesan yang diterima akan diterjemahkan oleh RNA-t dalam proses translasi.
1. Tahap I: Transkripsi RNA-d

Proses transkripsi berlangsung didalam nucleus. Mula-mula sebagian dari double helix DNA membuka yang diperngarui oleh enzim RNA polymerase. Setelah sebagian membuka, maka RNA-d dibentuk di sepanjang salah satu pita pada DNA itu. Basa pada RNA-d ini komplemen dengan basa penyusun pita DNA itu. Jadi, jika urutan basa pada pita DNA itu adalah CTCGACTAA, maka urutan basa pada RNA-d adalah GAGCUGAUU.
RNA polymerase dapat menambah nukleotida hanya memanjang ke satu arah. Proses transkripsi berlangsung melalui 3(tiga) tahap, yaitu: inisiasi (permulaan), elongasi (pemanjangan) dan terminasi (penghentian).

a. Inisiasi (permulaan)
Daerah DNA dimana RNA polymerase melekat dan mengawali transkripsi disebut dengan promoter. Promoter merupakan suatu titik awal transkripsi. Ketika emzim polymerase terikat pada DNA promoter, kedua untai DNA menyiapkan diri, kemudian proses transkripsi dimulai.

b. Elongasi (pemanjangan)

Saat enzim RNA polymerase bergerak disepanjang unit transkripsi DNA, enzim tersebut terus membuka double helix DNA. Kira-kira terdapat 10-20 basa DNA yang berpasangan dengan nukleotida RNA yang terbentuk. Kemudian, RNA polymerase menambahkan nukleotida diujung 3’ molekul RNA.

a. Terminasi (penghentian)
Transkripsi berlangsung sampai RNA polymerase mentranskripsi urutan DNA yang disebut terminator, yaitu suatu urutan DNA yang berfungsi sebagai penghenti.
Transkripsi DNA akan menghasilkan RNA-d (RNA-duta). Dalam organisme eukariota, RNA-d tidak langsung dapat berfungsi dalam sintesis polipeptida -atau protein, karena masih mengandung segmen-segmen yang tidak berfungsi disebut intron. Sedangkan segmen-segmen yang berfungsi untuk proses sintesis protein disebut ekson.

Didalam nucleus akan terjadi pematangan atau pemasakan RNA-d, yaitu dengan jalan melepaskan segmen-segmen intron dan merangkaikan segmen-segmen ekson. Gabungan segmen-segmen ekson membentuk satu rangkai RNA-d yang mengandung sejumlah kodon untuk penyusunan polipeptida. Rantai RNA-d dikenal sebagai sistron.

2. Tahap II : Translasi (Penerjemahan)
Dalam proses translasi, suatu sel menginterpretasikan suatu pesan genetic dan membentuk polipeptida yang sesuai. Pesan yang diterjemahkan berupa serangkaian kodon disepanjang molekul RNA-d, sedangkan penerjmeahnya adalah RNA-t. RNA-t mentransfer asam-asam amino dari sitoplasma ke ribosom. Asam amino dalam proses sintesis protein perlu di aktivasi terlebih dahulu oleh ATP. Aktivasi ini berlangsung dengan bantuan enzim aminoasil RNA-t sintetase.

Tahap-tahap proses translasi (penerjemahan kodon), sebagai berikut:
a. Mula-mula, DNA (gen) didalam nucleus melakukan transkripsi membentuk RNA-d. informasi genetika pada gen yang diperlukan dicetak dalam bentuk RNA-d, sehingga RNA-d mengandung kodon.
b. RNA-d dikeluarkan dari nucleus dan menuju sitoplasma. Pada sitoplasma, RNA-d didatangi oleh ribosom dan RNA-d tersebut masuk kedalam celahnya.
c. Translasi akan dimulai jika ribosom membawa kodon AUG yang merupakan kodon start. Ketika kodon terbaca ribosom, RNA-t yang membawa antikodon UAC dan asam amino metionin datang. RNA-t masuk ke celah ribosom.
d. Ketika RNA-d masuk ke ribosom, ribosom membaca kodon yang masuk. Pembacaan dilakukan setiap 3 urutan basa hingga selesai seluruhnya. Ribosom yang datang untuk membaca kodon tidak hanya satu, melainkan ada beberapa yang disebut polisom.
e. Ribosom terus bergeser agar RNA-d lebih masuk, guna membaca kodon berikutnya. Misalnya kodon UGU, maka datang RNA-t membawa antikodon ACA dan asam amino sistein. Di dalam ribosom, metionin yang terlebih dahulu terbentuk akan berangkaian dengan sistein dan membentuk dipeptida (terdiri dari asam amino).
f. Ribosom bergeser, dan membaca kodon selanjutnya. Dengan urutan cara yang sama, asam-asam amino membentuk untaian polipeptida.
g. Semua proses dibantu oleh enzim-enzim yang bekerja secara khas (protein tertentu dengan fungsi yang tertentu pula). Satu gen hanya mengontrol sintesis satu macam polipeptida. Jadi, jumlah gen menentukan jumlah macam polipeptida yang dibentuk.

3. Pematangan Protein
Polipeptida yang dibentuk kemudian diproses menjadi protein. Pematangan gugus glukosa terjadi pada lumen RE kasar dan dilakukan pematangan terakhir didalam badan golgi, yang akhirnya dikeluarkan dari sel dengan terbungkus dalam vakuola.

4. Ekspresi Gen
Walaupun sintesis protein berlangsung secara cermat dan teratur, kesalahan tetap saja dapat terjadi. Misalnya dalam proses penerjemahan kode – kode genetik. Hal ini dapat menyebabkan asam amino yang dipesannya juga keliru sehingga protein dan enzim yang disintesis juga salah. Peristiwa ini disebut dengan “ mutasi”.

Tidak ada Komentar »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.